Umum

Hasil Olah Akar Wangi Di Garut

Tanaman akar wangi merupakan jenis tanaman dari famili rumput-rumputan yang memilik bau khas yang wangi, tumbuh merumpun lebat, akar tinggal bercabang banyak, dan tangkai daunnya tersembul dari akar tinggal hingga mencapi 2 meter.

Daun akar wangi berwarna kelabu dan tampak kaku. Bunganya berwarna hijau atau ungu. Tanaman ini biasanya dikembangbiakkan dengan cara menanam bijinya, memisahkan anak rumpun atau dengan memecah akar tunggal yang telah bertunas.

Akar wangi ditanam dengan sistem tumpang sari. Misalnya bisa ditanam bersama dengan sayuran semacam sawi seperti yang dilakukan oleh sebagian pembudidaya tanaman ini yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Tanaman ini juga biasanya berfungsi untuk menahan erosi dan mengatasi limbah yang ada disungai. Kondisi lahan terbaik untuk menanam akar wangi ini adalah tanah berpasir atau daerah aliran abu gunung berapi pada lereng-lereng bukit karena menjadikan akar tanaman ini akan mudah untuk dicabut pada saat panen. Sedang waktu terbaik untuk menanam akar wangi adalah di awal musim hujan dan dapat di panen setelah umur 8 bulan. Namun, untuk pembuatan minyak dan agar hasil minyak akar wangi yang dihasilkan banyak, sebaiknya tanaman ini di panen setelah usia 14-16 bulan.

Tanaman akar wangi terdapat di beberapa negara termasuk Indonesia. Ada beberapa hasil olahan dari tanaman akar wangi ini dan beberapa negara pun tengah mengembangkannya menjadi usaha komersil juga untuk pengembangan perekonomian. Namun, hanya di Indonesia dan ada sebagian kecil di kepulauan Reunion saja tanaman akar wangi ini di kembangkan dalam usaha penyulingan.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa daerah yang membudidayakan tanaman akar wangi ini, khususnya di Pulau Jawa. Namun, karena dianggap mengganggu pertumbuhan tanaman lain, pengembangan budidaya tanaman akar wangi ini dihentikan dan ada satu daerah yang yang bertahan dan berkembang pesat dalam budidaya tanaman ini hingga sekarang.

Adalah Desa Sukakarya, kecamatan Samarang, Kabupaten Garut yang merupakan daerah penghasil utama minyak akar wangi yang ada di Indonesia dan masih berproduksi hingga saat ini.

Di Garut ini, tanaman akar wangi bisa di olah menjadi kerajinan tangan yang di tenun dan menghasilkan berbagai macam kerajinan seperti lukisan, tas, dompet, sajadah, gantungan kunci, kotak tisu, dan masih banyak kerajinan tangan lainnya yang dapat di hasilkan. Kerajinan tangan ini dapat dijadikan sebagai buah tangan bagi para pelancong yang berkunjung ke daerah kab. Garut. Bahkan saat ini, penjualan kerajinan tangan akar wangi ini sudah menembus pasar ekspor seperti ke Amerika.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close